MONOLOG PERIHAL MASA LALU

Aku berdiri disini, mematut diriku di depan cermin, wajah kesetiaan seorang pecundang, yang bertahun-tahun masih sama. Sepi di sekelilingku. Hanya deru pendingin ruangan dan hembusan nafasku yang berat, terdengar nyaring di telinga. Melenyapkan ingatan masa lalu adalah hal tersulit kulakukan. Bahkan, waktu sama sekali tak melindasnya. Rasaku masih sama, degupannya, dan aroma manis dari hembusannya yang selewat, masih lekat di benak. Kesibukanku hanya mematikannya sementara waktu. Sedang menjelang larut, pikiranku berkelana kemana-mana. Subuh ke subuh hanya memakan usiaku yang bertambah, tapi tidak dengan melupakannya. Aku masih bertanya soal takdir yang pernah ia bicarakan bertahun lalu. Akankah suatu hari nanti memihak pada kami? Atau tidak selamanya?!