Posts

Showing posts with the label Perjalanan

About Marriage (Refleksi diri)

Image
About Marriage (Sebuah catatan untuk diri agar tak berekspektasi tinggi mengenai pernikahan) Saya sampai di sebuah titik kesadaran bahwa pernikahan bukanlah suatu pencapaian. Pernikahan hanyalah bagian dari tahapan hidup seorang manusia. Sebagaimana kelahiran, proses pendewasaan, menikah, punya anak, dan lainnya.  Pernikahan adalah perjalanan bukan destinasi. Setidaknya begitu kata mbak Rinai Hujan dalam sebuah novel gagalnya. Wkwk. Dan menjadikan pernikahan adalah tujuan mencapai kebahagiaan salah besar, menurut saya pribadi. Kenapa? Karena ketika kita sandarkan kebahagiaan pada pernikahan, apakah nantinya pernikahan itu sesuai ekspektasi atau justru jauh dari apa yang kita khayalkan selama ini? Kita tak pernah tahu sebelum menjalaninya. Karena di dalam pernikahan tentu saja bukan hanya tentang romantisme dua manusia. Lebih kompleks dan tak lepas dari ujian. Pun sama halnya ketika kita menyandarkan kebahagiaan pada seseorang yang nantinya akan jadi pasangan kita, apakah ketika nam...

Penerimaan Diri

Image
  Setelah kemarin sempat stress berat, akhirnya sekarang sampai di titik kesadaran "okee, saatnya aku pasrah dan menerima kenyataan".  Berdamai dengan diri itu penting, sih. Menerima segala kekurangan kita, membuat kita jauh lebih enjoy dan nggak overthinking. Karena terkadang kita itu pusing atas sebab - sebab yang sebenarnya kita nggak bisa ubah atau susah untuk diubah. Misal nih, ya, perempuan mengalami kenaikan berat badan sekilo saja sudah kepikiran banget (aku justru sebaliknya. Karena susah naik jadi turun sekilo saja sudah sedih banget). Atau kalau lagi beruntusan di wajah, breakout parah, bahkan numbuh jerawat sebiji saja sudah bikin pusing. Tapi tiap orang beda - beda, sih. Ada yang malah nggak pusing sama hal beginian. Nah, itu bagus. Berarti dia sudah mampu menerima diri apa adanya. Namun, penerimaan disini jangan sampai juga bikin kita jadi malas dan cuek terhadap diri sendiri. Seimbang dan bersikap pertengahanlah dalam menyikapi hal. Nggak meremehkan, nggak mem...

Diary Kepo (Percakapan Absurd)

Image
  D : Are you fine, fif?  A : I don't know. I don't know my feeling now. D : Why? Tell me. A : Aku nggak tau mau ceritakan bagaimana. D : Cerita saja seperti biasa. Kan dari dulu kamu suka cerita sama aku. Dari jaman kamu polos banget, kamu suka blak-blakan dan bertutur jujur. A : Hmmm... My feeling is complicated. Mungkin karena aku mencari kebahagiaan dari semua proses dan rencana ini. Sehingga hakikatnya jadi hilang. Padahal kebahagiaan tidak dicari tapi diusahakan. Dan mengharapkan orang lain untuk membahagiakan kita bakal berujung kecewa. kita harus andalkan diri saja dalam mencari kebahagiaan. Bahagiakan diri sendiri, simpelnya begitu.  D : and your heart, your body, your habits, so bad now, alright?  A : yeah. Aku sadar akan hal itu. Tapi aku nggak bisa mengatur semua hal. Termasuk pikiranku, hatiku. Paling sulit adalah menghentikan pikiran untuk tak berpikir. Karena memang itulah pekerjaannya. Kamu tahu, nggak. Aku capek banget sekarang. Tapi aku nggak tahu c...

Sebuah Puisi (Untuk Yang Dimasa Depan #3)

Image
 Sebuah Puisi Secarik puisi kutulis untukmu, Duhai garis yang kiranya akan jadi tujuanku. Tentang sampai atau tidak, yang terpenting...  aku telah menujumu dengan nafas juang maksimal,  Penuh keringat dan air mata (ini serius bukan hiperbola), Memilih sabar dan menempuh jalan diatas ridha-Nya. Tak akan kujatuh cinta sebagaimana sebelum-sebelumnya, Denganmu kuingin membangun cinta, Tinggi... Setinggi harap dan pinta agar kita berkekal hingga ke Jannah. Semoga Allah menjagamu. Sampai bertemu di pelaminan. #untukyangdimasadepan . . . 📷 https://pin.it/6RJmzSJ

Teduh-ku (untuk yang di masa depan #2)

Image
  Kamu adalah teduh.  Memberi cahaya yang hangat dicelah daun-daun yang berkilau.  Di bawah naunganmu, aku tetap bisa menikmati gemercik air menerpa wajah tatkala hujan.  Tak menutupi apa yang aku senangi. Kamu adalah teduh.  Tempat persinggahanku di bumi saat lelah dalam perjalanan. #untukyangdimasadepan

Pelajaran hidup dari Ibu

Image
  Ibu adalah orang yang tidak suka menggurui. Beliau hanya menunjukkan sikap, bagaimana seharusnya menjadi pribadi yang baik. Ibu adalah orang yang senang berbuat baik. Sekecil apapun itu. Tak meluluh perihal uang.  Saya masih ingat, hari itu sedang hujan deras. Lalu ada orang yang berteduh di depan rumah. Beliau memanggilnya masuk ke dalam rumah. Padahal orang tersebut tidak dikenalnya. Lalu mereka  dibuatkan teh dan disajikan makanan. Sederhana sekali. Tapi, bagi saya itu hal yang luar biasa.  Beliau suka berbagi ke tetangga. Walaupun sedikit. Yang penting tetangga juga bisa mencicipi apa yang beliau masak.  Pernah pula suatu waktu, saya masih SD kayaknya. Ada sepupu yang datang berkunjung ke rumah. Sepupu saya ini kepengen sekali makan jeruk Bali. Alhamdulillahnya di kebun lagi berbuah. Beliau akhirnya kesana memetiknya bersama saya. Dijolok pake bambu atau apalah saat itu. Karena pohonnya lumayan tinggi, penjoloknya tidak sampai. Terus beliau naik di atas...

Dia Datang

Image
Dia datang. Tak hanya membawa peta dan kompas Tapi juga mengulurkan tangan, berada di depan  Menuntunku agar tak lagi tersesat. Memberi selembar jaket agar aku tak kedinginan. Dia seperti oase yang begitu lama kucari sepanjang perjalananku yang tandus. Ia seperti cahaya yang mengintip dicela daun rimbun. Indah tak menyilaukan dan menerangi pandangan. Ia datang setelah aku tersesat jauh, Mungkin sedikit terlambat, Tapi tepat pada waktunya. Katanya "aku ingin melihatmu dulu berjuang. Maaf, jika datang terlambat, daripada tidak sama sekali". Aku tertawa dalam tangisan. Ternyata aku salah. Dia tidak sama sekali lupa untuk menjemputku. *** Pesan moral : Bersabarlah menunggu. Mungkin dia tak datang lebih awal sebagaimana yang kamu ingin, tapi dia akan datang tepat pada saat kamu butuh. Dan takdir tahu bagaimana ia bekerja untuk ini. . . . 📷 https://pin.it/3XyaIhO

Sebuah Tujuan

Image
  Kutanyakan pada diriku, Siapkah aku kelak jika bersuamikan pria yang miskin? Siapkah aku mendampingi jika Allah takdirkan suamiku sakit? Dan kutanyakan pada dirimu, Siapkah kamu memiliki istri yang tak cantik? Siapkah kamu mendampingiku jika kelak Allah takdirkan aku jatuh sakit? Maka, setiap jawaban adalah bagian dari tujuan kita menikah. Benarkah kita memilih satu sama lain karena akhlak dan agama? Tak ada tendensi dunia? Jujurlah kepada Allah atas segala niat yang terpatri dalam hati. Rabbiy, bantu kami untuk meluruskan niat-niat kami. Melangkah menuju gerbang separuh agama demi mencari ridho-Mu. Sengkang, 11 Januari 2021 . . . 📷 https://pin.it/6bczF8y

Sriwijaya Air SJ-182

Image
Bagaimana kiranya, Perasaan mereka saat tahu... Ajal sudah sangat dekat. Pesawat akan mendarat, Tetapi dengan sedikit sekali kemungkinan bisa selamat. Rasa takut, cemas, harap, pasrah, berserah sepenuhnya kepada-Nya, bergantung sepenuhnya kepada Rabb semesta alam. Tak lagi berguna harta, jabatan, dan ketenaran.  Tak ada yang mampu menolong. Dan bagaimana kiranya perasaan kita sekarang? Adakah kita mengambil pelajaran? (Turut berdukacita atas jatuhnya pesawat Sriwijaya air SJ-182,  semoga Allah menerima amal ibadah saudara-saudari muslim kita). . . . 📷 https://pin.it/32lZtww

Close the Door

Image
  Masa lalu, Aku sudah meninggalkan di belakang, Jauuh sekali... Aku telah berdamai dan memaafkan diriku, Ternyata tentram sekali setelah kita mampu menerima segala ketetapan-Nya Meski hampir saja masuk ke jurang keputusasaan "akankah aku bisa berpaling dari masa lalu?" Segala apa yg terlewati banyak hikmah dan pelajarannya. Terima kasih sudah pernah membuat tersenyum dan menangis. Terima kasih untuk kisah bodoh yang tak selesai. Alhamdulillah.  Close the door. . . . 📷 https://pin.it/39PJMow

Pandemi dan Hijab

Image
  Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Begitu kalimat klasik yang sering kita dengar. Pandemi ini mengajarkan banyak hal ke semua orang. Bagi saya pribadi  yang paling saya syukuri adalah soal hijab.  Orang-orang sudah tidak sembarangan berjabat tangan atau bersentuhan dengan lawan jenis. Beberapa oknum yang dulu mengejek wanita bercadar, kini menutup wajah-wajah mereka dengan masker.  Pengalaman menarik ketika saya berlebaran di salah satu kota di Sulawesi Selatan. Wanita-wanita yang hadir melaksanakan sholat Ied menutup wajah-wajah mereka dengan cadar seperti yang sering saya kenakan waktu jaman kuliah. Hampir semua memakainya. Termasuk kakak ipar saya dan saudara-saudara perempuannya. Hanya satu dua orang yang memakai masker. Memakai masker memang bikin engap, sih. Lebih nyaman memakai cadar lepas. Apalagi selama mendirikan sholat, wajib tetap memakai masker.  Ketika menyaksikan ini, dalam hati saya bergumam "akhirnya, penutup wajah menggema di seluruh negeri...

Surat Perpisahan

Image
  Yang lalu, biarlah jadi kenangan terindah. Sebagaimana kota Makassar dan saya. Layaknya ibu dan anak yang tak bisa berpisah. 7 tahun menjadikannya tempat teraman dan tertentram, akhirnya harus kembali ke asal, Sulawesi Barat, di bumi manakarra.  Pindah tempat bukan berarti berubah. Meski terpaksa merubah satu dua hal. Namun hati ini -insya Allah- tetap sama. Saya masih setia. *Eeaa. Haha.  Kenangan di kota daeng tak terhitung jumlahnya. Sepanjang jalannya penuh memori manis dan pahit. Sepanjang perintis, Urip, hingga ujung cendrawasih dan perbatasan Gowa, adalah kisah yang pernah tertulis, membuat buncah di hati, membuat senyum dan tawa sekaligus tangis kepedihan.  Terima kasih, Makassar. Memberi pelajaran banyak dan cerita menarik untuk selalu saya ingat.  Maaf, saya harus meninggalkan mu sebelum kisah-kisah yang saya buat usai.  Semoga cerita di Sulawesi barat jauh lebih baik dan membawa bahagia.  Allahumma aamiin... . . . 📷 https://pin.it/3jKt01B...

Memandang Langit

Image
  Pagi yang hangat, Mentari dan langit biru setia temani perjalanan Malam yang beku, Bintang dan bulan setia temani perjalanan pulang. Melihat langit adalah hal baru yang Kusuka setelah menatap hujan dibalik jendela kaca. Menengadah sembari mengingat segala Karunia-Nya yang luas. Seluas langit. "Yang menciptakan tujuh langit berlapis - lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan yang Maha Pengasih . Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat ? Kemudian ulangi pandanganmu sekali lagi (dan) sekali lagi. Niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih ."* *Surah Al Mulk : 3 - 4 . . . 📷 https://pin.it/5lHhcOb

Masih Mencarimu

  Berbagai upaya telah kutempuh untuk menemukanmu Namun pencaharianku belum jua sampai pada titik temu Tebalkan wajah pada sejawat, rekan duduk di majelis, hingga orang yang baru saja kukenal, Berharap salah seorang dari mereka bisa menemukan tempatmu bersembunyi. Tetapi, hingga detik ini, kau belum juga kutemui. Puisi-puisi ku hampir kadaluarsa, menanti bait-baitnya sampai pada titik. Waktu terus berjalan memakan usia. Seperempat abad telah lewat, Akankah dirimu berhasil kutemukan di penghujung tahun ini? Aku titip pesan Lewat blog yang sepi pembaca ini. Segeralah datang. Rasanya aku sudah tak bisa menunggu lama. Kutitipkan pada Allah setiap baris kataku, Entah bagaimana caranya Dia akan menggerakkan hatimu untuk bisa menemukan tulisan ini. Aku selalu yakin, Kuasa-Nya tak terbatas pada nalar manusia. Mamuju Tengah, 11 September 2020 Note : hubungi aku via email, jika kau telah membacanya

About Niqab

Image
Suatu hari, datanglah salah seorang saudari fillah ke rumah. Kami baru bertemu lagi setelah setahun lebih. Alhamdulillah, Allah beri kemudahan untuknya memakai niqab. Sambil bercerita tentang kisah warna warninya hingga di ACC oleh ibu bapaknya, saya menangis haru. Sekaligus sedih yang cukup dalam. Matanya ikut berkaca sambil menguatkan saya. "Yang sabar ukh, suatu saat Allah pasti bolak balikkan hatinya". Saya mengusap mata dengan ujung kerudung. Sungguh pahit sekali sebuah kenyataan hidup. Dimana kamu harus berjuang taat di tengah lingkungan buruk dan tak ada yang mendukung. Ujian ini sudah 4 tahun tak kunjung usai. Masih itu-itu saja.  Yang lebih menyakitkan adalah ketika ada orang yang justru diberi kemudahan untuk memakainya, tetapi setelah dipakai dibuka lagi, seperti tak ada harga. Sungguh pada detik saya mengetik ini, dan memposting beberapa kalimat di medsos tentang niqab, saya belum juga berhenti menangis. Si cengeng ini, terus saja mengumbar air mata di beberapa tu...

Jelajah alam dan sebuah monolog

Image
Langit biru, arak-arakan awan, hamparan air jernih, gunung hijau, adalah hal yang selalu saya nikmati dalam perjalanan. Senang sekali, kalau berangkat taklim ke LH, menikmati perjalanan dg monolog hati ditemani pemandangan waduk antang yang bikin tidak ingin berpaling (jadi makin rinduu). Atau perjalanan pulang ke Mamuju, yang sepanjang jalan Sulawesi barat kebanyakan gunung, lembah, dan laut biru. Ada yang suka dengan perjalanan seperti saya atau malah jadi tidak betah duduk berlama-lama di atas kendaraan? Hal lain yang membuat saya dalam perjalanan adalah berbicara dengan diri sendiri atau bermonolog. Kadang, justru bisa bikin puisi satu tema hingga sampai ke tempat tujuan.  Bagi saya, tujuannya jadi tak begitu penting. Karena saya menikmati proses perjalanannya. Deru angin, klakson kendaraan, lalu lalangnya manusia dengan segala macam aktivitas, atau apapun yang bisa saya lihat ketika dalam perjalanan. Merenungi banyak hal. "Ternyata orang nyari rezeki banyak caranya", ...

Selangkah untuk Sebuah Mimpi

Image
Setidaknya saya sudah mau melangkah, meski baru sedepa. Tak apa. Bukan soal seberapa jauh. Tapi seberapa berani untuk memulai. Pun nantinya tak sesuai ekspektasi, saya tetap mengharapkan pahala atas niat.  Menjadi orang yang berbeda, apalagi di sebuah pedalaman yang masih asing perihal perubahan dan kemajuan berpikir, sangat sulit. Apalagi sendiri. Yang ini sedari dulu jadi keluhan. Wkwk.  Inginnya segera dapat parnert yang sepemikiran, sejalan, seiya sekata. Tapi, namanya idealisme itu, tak segampang membalikkan telapak tangan. Sekian perjalanan saya mencari, yang sesuai kriteria belum ketemu. Entah ada di belahan bumi mana. Ketika ada yang menawari sebagai parnert, saya selalu berprasangka, mungkin yang saya inginkan bukan yang saya butuhkan, sehingga berlapang dada untuk menerima. Lalu akhirnya kandas di awal atau pertengahan jalan. Berkali-kali. Sangat kerap terjadi. Mungkin menurunkan kriteria bukan lagi solusi. Karena bagaimanapun inginnya, termasuk meruntuhkan idealisme...

Gara - gara Satu Kata

Image
Menjadi seorang pemikir ada enaknya dan juga ada tidak enaknya. Enaknya, kita bisa menyaring lisan sebelum dia berhasil mengeluarkan satu kata atau kalimat. Biasanya, orang yang pemikir, dari jauh-jauh hari atau beberapa jam sebelum melakukan sesuatu atau bertemu seseorang sudah merencanakan "saya akan membicarakan ini, saya akan membahas itu", tapi pada saat sudah tiba waktunya justru kembali berpikir "ngomong nggak, ya? Gimana kalau malah jatuhnya canggung ngomongin hal tersebut? Gimana kalau si dia jadi sakit hati? Bla bla bla". Sehingga, ujung-ujungnya nggak jadi ngomongin yang sudah direncanakan berhari-hari. Wkwk. Nah, jika membahas hal yang tidak enaknya, orang pemikir itu mudah sekali stress. Karena mudah kepikiran hal sekecil apapun. Yang mungkin bagi orang lain "ah, ngapain sih, mikirin hal begitu" atau "yaa ampun, itu hal yang sangat tidak penting untuk dipikirkan". Tetapi, sebesar apapun si pemikir mensugesti dirinya untuk tidak memik...

Barang Kenangan

Image
Setelah membongkar barang-barang bekas di gudang ketika ramadhan, dan sempat sedih karena buku-buku bacaan jaman ketika sekolah nggak ketemu, akhirnya tadi bongkar barang part ke 2. Giliran barang-barang bekas di atas loteng yang jadi sasaran.  Ternyata disana banyak juga barang-barang kenangan yang tersimpan tidak rapih, dan sudah banyak yang hancur di makan rayap.  Ibu Rahimahallah adalah tipe orang yang tidak bisa membuang sesuatu. Seremeh apapun barang tersebut bagi orang lain, bagi beliau apapun barang-barangnya, selagi itu miliknya dan bisa digunakan lagi, pasti akan disimpan. Makanya, di rumah  banyak sekali barang bekas yang kami tidak tahu disimpan untuk apa.  Ramadhan kemarin, ketika membongkar barang-barang di gudang, banyak sekali barang yang akhirnya kami buang begitu saja. Bukan tak menghargai, cuman kami juga tidak tahu untuk apa disimpan memenuhi sudut rumah. Tentu lebih enteng dan lega jika barang-barang yang tak terpakai "diungsikan" saja.  Nah...

Tidak Bisa Mudik

Image
Entah kenapa sekarang aku benar-benar butuh buku diary ku yg tertinggal di kampung. Pengen nulis disitu. Pengen curhat disitu. Pengen ngeluarin semua kesedihan disitu.  Diakhir 2019, sebuah harapan kutulis, semoga tahun berikutnya lebih baik. Tak ada yg menyangka akan terjadi hal semengerikan dan semenyedihkan di tahun ini. Kita disambut tahun 2020 -yg katanya tahun yang cantik- dengan pandemi virus Corona. Nggak pengen nangis, tapi nggak bisa ditahan. Air mata maunya ngalir aja kayak pipa bocor.  Ramadhan sepekan lagi akan tiba, tapi kita tidak bisa berlenggang ria keluar untuk sholat tarawih bersama. Atau sekadar keluar sore - sore buat nyari takjil. Dan yang paling penting, nggak bisa pulang ke rumah buat lebaran sama keluarga. Bagi anak rantauan kayak saya, ramadhan adalah alarm terindah. Karena dengan datangnya, pertanda libur akan tiba. Rindu setahun yang ditampung bisa segera ditumpahkan. Meski setiap tahunnya cuman bisa dapat 2 pekan libur, Alhamdulillah waktu sependek...