Posts

Showing posts with the label Kisah

Kecintaan

Image
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Terjemah surah ali Imran ayat 14.  _ _ _ Kecintaan terhadap apa-apa yg disebutkan pada ayat di atas merupakan tabiat manusia. Saya ingin membahas mengenai hal tersebut yang berhubungan dengan apa yang saya rasakan.  Dua tahun berkecimpung di dunia pendidikan, khususnya untuk anak usia dini, membuat saya begitu mencintai dunia mereka. Dunia yang tanpa beban. Tanpa masalah-masalah rumit yang sebagaimana dialami oleh orang dewasa.  Saat dunia berubah kondisinya, lalu memaksa saya harus pulang dan meninggalkan mereka, saya kembali bertemu dengan sosok malaikat kecil yang seiring berjalannya waktu membuat cinta bersemi di hati saya untuknya.  Bibir mungilnya yang kerap berce...

About Niqab

Image
Suatu hari, datanglah salah seorang saudari fillah ke rumah. Kami baru bertemu lagi setelah setahun lebih. Alhamdulillah, Allah beri kemudahan untuknya memakai niqab. Sambil bercerita tentang kisah warna warninya hingga di ACC oleh ibu bapaknya, saya menangis haru. Sekaligus sedih yang cukup dalam. Matanya ikut berkaca sambil menguatkan saya. "Yang sabar ukh, suatu saat Allah pasti bolak balikkan hatinya". Saya mengusap mata dengan ujung kerudung. Sungguh pahit sekali sebuah kenyataan hidup. Dimana kamu harus berjuang taat di tengah lingkungan buruk dan tak ada yang mendukung. Ujian ini sudah 4 tahun tak kunjung usai. Masih itu-itu saja.  Yang lebih menyakitkan adalah ketika ada orang yang justru diberi kemudahan untuk memakainya, tetapi setelah dipakai dibuka lagi, seperti tak ada harga. Sungguh pada detik saya mengetik ini, dan memposting beberapa kalimat di medsos tentang niqab, saya belum juga berhenti menangis. Si cengeng ini, terus saja mengumbar air mata di beberapa tu...

Barang Kenangan

Image
Setelah membongkar barang-barang bekas di gudang ketika ramadhan, dan sempat sedih karena buku-buku bacaan jaman ketika sekolah nggak ketemu, akhirnya tadi bongkar barang part ke 2. Giliran barang-barang bekas di atas loteng yang jadi sasaran.  Ternyata disana banyak juga barang-barang kenangan yang tersimpan tidak rapih, dan sudah banyak yang hancur di makan rayap.  Ibu Rahimahallah adalah tipe orang yang tidak bisa membuang sesuatu. Seremeh apapun barang tersebut bagi orang lain, bagi beliau apapun barang-barangnya, selagi itu miliknya dan bisa digunakan lagi, pasti akan disimpan. Makanya, di rumah  banyak sekali barang bekas yang kami tidak tahu disimpan untuk apa.  Ramadhan kemarin, ketika membongkar barang-barang di gudang, banyak sekali barang yang akhirnya kami buang begitu saja. Bukan tak menghargai, cuman kami juga tidak tahu untuk apa disimpan memenuhi sudut rumah. Tentu lebih enteng dan lega jika barang-barang yang tak terpakai "diungsikan" saja.  Nah...

The life after wedding (Prakata)

Image
Ide ini terlintas begitu saja. Sebagaimana judulnya, tentu saja isinya tentang kehidupan setelah menikah. Saya ingin menuliskannya secara berseri dengan kisah yang tentu saja beda subjek.  Saya ingin melempar ini ke IG, tetapi sebagaimana pengalaman yang sudah-sudah (not responding), jadi maleees buat nanyain ke netijen. Sudah dua kali mau buat project nulis yang libatin teman-teman tapi hasilnya nol besar. Diiming-imingi hadiah pun tak mempan. Haha. Memang dasarnya teman-teman saya di medsos pada malas nulis kali, ya.  Nah, karena saya tidak melibatkan siapa pun dalam project ini, seperti biasa saya akan menuliskan cerita-cerita ini berdasarkan kisah orang-orang yang ada di sekitar saya. Harapannya, sih, semoga ada pelajaran yang bisa diambil. Kalau pun tidak, minimal meringankan beban pikiran saya yang terkadang mumet karena dunia. Ditunggu ya, cerita-ceritanya.  Jangan lupa klik "berlangganan" biar dapat notif jika ada update-an terbaru (jiahaha. Sok-sok...

Cerpen_Takdirku

Image
Hidupku sudah berubah 180% dimulai dari detik dimana seseorang mengucapkan namaku lengkap dengan nama bapakku di depan penghulu.  Kini dia sudah di sampingku, berbicara apa saja untuk mengakrabkan diri. Sementara aku sibuk dengan gawai di tangan membalas chat teman-teman yang masuk.  Betapa tidak nyamannya suasana sekarang. Sepertinya aku akan kehilangan kedamaian dalam hidupku. Belum lagi, aku harus berusaha lebih keras untuk menerima orang yang sama sekali tidak kuinginkan jadi pendampingku. Benarkah ini sudah menjadi jalan-Nya? Tapi kenapa hatiku masih saja berat untuk menerima. Beberapa jam menjadi istrinya saja sudah membuatku mengomel dalam hati. Kami butuh ini, dia tidak bisa membeli. Kami butuh itu, dia tak bisa mencukupi. Dia benar-benar lelaki miskin. Impianku untuk pensiun dari tempat kerja setelah menikah sudah jadi angan-angan kosong belaka.  Lagi pula aku merasa tidak perlu menaruh hormat padanya. Toh dia jauh lebih mudah dibawahku.  Apa ...

Janji Kebahagiaan Yang Pergi #part2

Image
Kukira akulah yang mengalami hal terberat di penghujung tahun ini. Nyatanya tidak. Ada yang jauh lebih berat.  Aku ingin bertanya pada kalian, jika diberi pilihan antara ditinggal hidup atau mati, mana yang kalian pilih?  Keduanya beresiko. Ketika kita ditinggal hidup, kita akan melihat atau mendengarnya melanjutkan hidupnya dengan yang lain. Jika kita ditinggal mati, kita tidak akan bisa melihatnya lagi selama-lamanya.  *** Dia adalah sosok lelaki penyabar. Lembut dan tulus mencintai. Mimpi itu sudah lama dia rajut sejak ditinggalkan oleh orang yang dicintainya di masa lalu. Mencari pendamping dan pengobat luka.  Akhirnya dia temukan sosok wanita paling sesuai. Wanita yang sangat baik. Keibuan, tenang, tak banyak bicara, dan sosok yang tegar. Mereka bersepakat menunaikan janji kebahagiaan di masa depan.  Beberapa kali telah ditentukan hari, namun selalu saja ada halangan.  Akhir tahun ini menjadi impiannya, duduk bersanding dengan wani...

Kisah di Bulan November (Ann, teman kecilku)-CERPEN

Image
            Ini kisah teman masa kecilku.   Seorang   gadis yang biasa kupanggil “Ann”. Aku baru bertemu kembali dengannya setelah 15 tahun. Dia teman bermainku sewaktu kecil, teman sekolah, dan masih ada hubungan kekerabatan. Dia dikenal sebagai anak yang pintar di sekolah, dan teman sepermainan yang menyenangkan karena dia punya banyak jenis mainan di rumahnya. Ketika berumur 8 tahun, terakhir aku melihatnya, dia masih berpenampilan seperti anak laki-laki, dengan rambut cepak. Maklum, saudara-saudaranya semua laki-laki. Dia kemudian ke kota, tinggal disana, bersekolah lalu   bekerja. Namun, yang membuatku tercengang adalah ketika bertemu kembali dengannya setelah belasan tahun, dia berubah drastis. Dia menjelma menjadi wanita dewasa yang begitu anggun berbalut pakaian wanita sholihah yang longgar dan terjulur. Kulitnya bersih sekali. Padahal, kuingat dahulu zaman kecil, kulitku jauh lebih cerah ketimbang kul...

Sabar Itu Indah (Kisah)

Image
Kisah yang membuat saya kembali menangis ketika menuturkannya... . . . Bagi sebagian anak, cerita tentang orangtua selalu membuat mata atau hati basah. Ini mengenai salah seorang teman seperjuangan di kampus dahulu. Seorang akhwat yang ingin belajar taat, berusaha menjadi shalihah dan memperbaiki diri dihadapan rabb-Nya. Namun, apa mau dikata, niat baiknya tak disambut suka cita oleh Ibunya. Dia dilarang memakai penutup kepala yang lebar. Banyak alasan yang membuat Ibunya bersikeras menyuruh anaknya melepas mahkota ketaatan tersebut. Alasan pekerjaan, jodoh, lingkungan. Alasan keduniawian. Yang tentu tidak ada apa-apanya dibandingkan akan janji Allah bagi hamba-hambaNya yang taat. Dia wanita yang sabar, lembut hatinya,  baik akhlaknya kepada orangtuanya. Sungguh diriku malu jika bercermin padanya. Terkadang kudapati dia menangis begitu lama dalam sholatnya, begitu khusyuk berdo'a. Nasihat yang tak pernah lepas darinya untukku "jangan berhenti mendo'akan orangtua ...

Sempurna

Image
Panggil ia Jelita. Gadis yang selama ini kufikir begitu sempurna. Ia cerdas, keturunan bangsawan, cantik, anggun, tubuhnya tinggi semampai, banyak duit, dan di kelilingi oleh orang-orang yang mencintainya, keluarga, sahabat, dan teman-teman. Oh ya, satu lagi, dia sudah mulai belajar 'ilmu syar'i. Ia tipe perempuan yang mudah disukai. Cara bicaranya halus, menawan. Bagiku saat itu dia gadis yang berkelas dan bercita rasa tinggi tapi tetap humble. Sempat kubertanya-tanya dalam hati, jika dia dilamar, berapa harga yang pantas untuk perempuan satu ini? Dan lelaki seperti apa yang akan menjadi pendampingnya? Tapi segala persepsi ku tentang kesempurnaan tiba-tiba saja patah. Dia kembali ke dunianya yang dulu. Identitasnya yang kuat tentang seorang muslimah taat, dilepas. Kesempurnaan itu runtuh. Segala dunia yang dimilikinya bagiku sudah tak berharga. Pendidikan yang tinggi, kecerdasan, nashab yang baik, kekayaan yang melimpah, pekerjaan yang bagus, menjadi tak ada nilai. Su...

Kisah Teman Hana The Series #2

Image
"SURAT UNTUK HANA" Untuk Hana Di tempat yang jauh Assalamu 'alaikum, Han... Bagaimana kabarmu? Semoga kau senantiasa sehat disana. Han, aku baru saja mendapatkan undangan dari seseorang. Dia akan menikah bulan depan. Yang entah kenapa membuatku sedikit menyesal menolaknya dahulu. Cerita tentangnya memang belum pernah kukabarkan padamu seperti yang lain-lain. Saat itu prosesnya sangat cepat. Dan aku menolaknya dengan alasan yang tak masuk akal "aku menunggu seseorang yang tidak jelas". Hana sayang, bolehkah aku bersedih karena ditinggal nikah? Ya, aku tahu, aku adalah perempuan bodoh yang diperbudak oleh cinta. Aku menolak lelaki yang baik datang padaku karena alasan tak ada perasaan. Padahal, cinta itu bisa dibangun setelah pernikahan, kan, Han?! Alhamdulillah, dia mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku. Sebagaimana dulu do'a yang terselip pada pesanku ketika menolaknya "semoga kau mendapatkan perempuan yang lebih baik". Han, ...

Api Yang Tak Pernah Padam (Kisah Teman Hana The Series) #1

Image
    "Han, betapa aku ingin melupakan semuanya. Tentang rasa benci yang membakar dadaku, tapi sungguh sangat sulit. Betapa mudah kita berkata 'maafkan dia yang menyakitimu', namun justru penerapan pada diri sangat sulit, karena aku harus bergulat dengan egoku." "Berdamai, Ri. Bukan saja dengannya tapi dengan masa lalumu." "Aku belum bisa, Han. Bahkan kau tahu, disaat kudengar kabar dia mendapat musibah dari salah seorang rekan kerja ku, kututup telingaku rapat-rapat. Aku tidak suka namanya disebut-sebut. Aku tidak suka kenapa dia masih membayangi hidupku sekarang ini. Empatiku sudah hilang. Kau boleh katakan aku kejam, tak berperikemanusiaan, wanita tak punya hati, atau lainnya, aku tak peduli lagi." "Sampai kapan kau merawat dendam itu, Ri? 5 tahun, 10 tahun ke depan, 20 tahun ke depan, sampai kau masuk liang lahat?" "Entahlah, Han. Mungkin sampai aku yakin dia tak menjadi duri dalam daging". "Kau tahu, kenapa ...

Cerita di Rumah Sakit

Image
Tetapi itulah perempuan, dia kerapkali sampai membunuh orang dg perbuatannya yang tidak tersengaja. _Tenggelamnya kapal van der Wijck_ *** Suatu waktu, ketika menjenguk  salah seorang teman di Rumak Sakit, Ibunya bercerita bahwa salah seorang pasien di RS tersebut mengiris pergelangan tangannya. Ibu teman saya ini bertanya ke orang yang menemani pasien tsb. Di RS "kenapa?" Jawab teman si pasien "diputusin pacarnya, Bu". Seketika tawa kami membahana di kamar rawat inap hari itu setelah mendengar kisah tersebut. Gak baik memang, tertawa diatas penderitaan orang lain. Cuman mau gimana, auto ngakak aja ketika secemen itu orang tersebut sampai mau bunuh diri gara-gara di putusin pacarnya. Oh ya, kalian harus tahu, pasien ini adalah laki-laki. Catat LAKI-LAKI, guys. *Fyuh. Seperti itulah jadinya jika kita tidak ridho terhadap takdir. Padahal keyakinan terhadap takdir ini masuk rukun iman 'kan?! Semoga kalian, kalian, dan kalian, gak akan berbuat seperti kasu...

Guru

Image
Saya punya kawan. Sekampus, sejurusan, dan pernah sekelas di beberapa mata kuliah. Dia sangat kritis. Mungkin ini pula penyebabnya ia masuk ke sebuah organisasi yang "melenceng", yang terkenal dengan kekuatan retorika dan argumentasi tak mau terkalahkan. Sayang sekali, perempuan sepertinya yang bersemangat menuntut 'ilmu, terkader di tempat yang salah. Satu hal yang saya kagum padanya, dia selalu punya cita-cita yang tinggi, mengubah lingkungan dan negeri ini. Ia hanya tak bercita-cita kosong, tapi di wujudkan, dikerjakan. Dia berani melangkah, berani untuk memulai meniti mimpi-mimpinya. Dan sekarang, Ia langkahkan kaki ke pelosok negeri yang jauh untuk mendermakan diri demi mencerdaskan anak bangsa. Mengajarkan anak-anak yang terbelakang, anak-anak yang tak kenal listrik dan internet, anak-anak yang tak mengenal hiruk-pikuk dunia luar. Saya teringat dengan novel Laskar Pelangi. Salah satu novel yang paling favorit dijajaran novel-novel yang pernah saya baca. Sungguh ba...

Dialog dua Ana' Dara

Image
Tenri : (masuk ke bilik Besse' secara tiba-tiba) siapa tadi laki-laki yang datang itu? Laki-laki keberapa yang sudah kau patahkan tunas harapannya yang sementara kuncup? Besse': (bergeming tanpa kata. Hanya menengok sebentar kemudian fokus kembali membaca buku) Tenri : hey, Andi Besse'! Jawab pertanyaanku. Sudahi dulu membacamu. Apa tak bosan kau mengurung diri di bilik ini dengan membaca, membaca, dan membaca. (mengambil buku ditangan Besse' dan meletakkannya di tempat tidur. Lalu mengambil tempat duduk di samping Besse'). Besse' : (menghela nafas) "saya tidak tahu Andi Tenri, siapa lelaki itu. Dan saya juga tidak menghitung, dia lelaki ke berapa yang  saya patahkan tunas pengharapannya yang mulai kuncup. Asal kau tahu, saya tidak pernah punya niat untuk menyakiti mereka. Merekalah yang datang ke rumah ini tanpa saya minta." Tenri : lancang sekali laki-laki itu mendatangimu. Tidak kuli, pemakan gaji di kebun, tukang bakso, tukang jahit sepat...

Journey of Love (cuplikan Novelet)

Image
ini cuplikan dari novelet dari Journey of Love, yang saya tulis setahun silam. Sengaja ngambil part bagian enam ini, karena rasanya ngefeel banget -buat saya-. oh ya, beberapa materi di dalamnya diambil dari artikel muslim.or.id. itu melanggar hak cipta gak, ya. soalnya belum pernah izin. Sorry. Btw, nama tokoh Lelakinya Afif lagi. haha. kenapa? suka aja. anggaplah ini Afif di (Bukan) Takdirku yang kesasar setelah sudah tak bersama Rania. wkwk. maaf, ngepost fiksi lagi. saya belum benar-benar bisa istiqomah untuk ninggalin ini. hiks. Okey, jadi ini cerita yang settingannya di Kota kecil di pulau Kalimantan. Awalnya, dua tokoh utamanya, Najmi dan Afif, bertemu tanpa sengaja. Karena mereka berdua adalah korban patah hati, akhirnya, takdir bersepakat menyatukannya. Ceileh. Haha. Spik-spiknya begitu saja. Kalau banyak pembacanya, nanti ta' post dari part awal. Cekidot.   6. CINTAKU UNTUK SIAPA?       Pengajian   di masjid Abdullah sudah dimulai...