Narasi di akhir Tahun

12 bulan, 360 hari, setahun kita lewati hari-hari yang sulit. Tahun terberat kedua setelah tahun 2012. Berbagai hal yang merupakan didikan hidup dari sang Pencipta sudah kita jalani meski kerap jatuh. Memutuskan untuk kembali ke rantauan, memilih untuk hidup bersama anak-anak dan belajar dari mereka banyak sekali pengalaman, memaksa diri untuk bertahan dibawah tekanan hidup yang makin keras, menuntun hati untuk mau duduk sejenak mengambil hikmah 3 kali dalam sepekan, tak mengambil jatah libur di akhir pekan demi memenuhi kebutuhan sandang pangan dan perawatan. Memilih untuk berhenti mengambil peran di sosial media yang hanya memicu perdebatan. Diriku, terima kasih sudah berusaha kuat. Aku selalu percaya bahwa kamu bisa lewati segenap rintangan hidup. Bukan karena kelebihanmu, namun karena kamu sadar atas banyaknya kurangmu dan bersandar kepada yang Maha Kuat. Terima kasih sudah berusaha sabar menghadapi tingkah murid-muridmu yang lucu sekaligus kadang mengesalkan. Terima kas...