Posts

seseorang didalam Kamar (Sajak)

Image
Aku pesakitan.. Tinggal dalam jeruji kamar.. Yang pengap, lagi mencekam. Aku layu.. Lagi lusuh, Akibat penjara dunia yang membelenggu jiwaku. Aku sendiri.. Tiada teman, tempat berbagi kisah.. Bahkan dunia luar tiada tahu, Bahwa ada yang bernama Aku. Jasadku kerontang.. Ruhku tiada makanan.. Masih adakah kehidupan untukku beberapa hari kedepan? 15 desember 2017

Apakah "Aku" Memiliki Kelainan? (The True Story)

Image
            Obrolan kami di sore hari itu, di dalam kamarku, sungguh tak terencana. Semalam dia menghubungiku, mengabari bahwa salah seorang teman sekolah kami dulu, akan melangsungkan pernikahannya hari ini. Maka, seperti sebelumnya, ketika kami bepergian berdua, maka akulah yang menjadi supirnya. Obrolan dalam Perjalanan menuju tujuan tak terlalu intensif, barulah ketika kami pulang ke rumah mengalir cerita-ceritaku, lebih tepatnya curhatanku tentang soal jodoh. Haha. Disini, aku belum mendapati sikapnya yang berbeda atas curhatanku diatas kendaraan tersebut. Maka, sesampai di rumah, kami melanjutkan cerita-cerita ringan, perihal kerjaan, dan sesekali kuselip pertanyaan menjebak soal jodoh (lagi-lagi).             Maka, cerita yang awalnya ringan-ringan saja, menjadi lebih berat. Bahkan aku tercengang atasnya. Kok bisa? Apa yang terjadi? Apa yang melatar belakangi hal...

Gagal Bukan Tanda Tak Mampu (about Love)

Image
ASSALAMU ‘ALAIKUM, GUYS..  Sorry, baru nongol lagi. Emang ada yang tungguin? Wkwk. Ini tulisan pertama di tahun 2018. TAHUN 2018 , guys. Dan aku udah tua. Nyadar banget,kok. Hiks. Anak-anak yang dulu aku temuin masih beler hidungnya dengan ingus(iyuuh!), masih telanjang dada di halaman rumah sambil gelindingin ban sepeda bekas dengan sebilah kayu ditangannya, cling cling cling, ternyata mereka udah gede ajah. Bahkan ada yang sebar undangan, atau nimang anak. Sedih, nggak sih? (huwaah!) ah, malah kesitu.   Hmmm. So, ini tulisan gaje kesekian ribu kali dalam blog yang tak berpunya (pembaca) ini.   Hahaha. Tulisan alay soal penderitaan hidupku (lagi-lagi). Namanya juga hidup, pasti di uji, kan. Kalau nggak mau di uji, ya nggak usah hidup. simpelnya gitu. Tapi, ada perubahan drastis loh dari aku beberapa bulan terakhir ini. Akun sosmedku (kalian bisa buktikan sendiri) udah nggak ada postingan alay nan galau nan puitis nan baper kayak dulu-dulu. Itu tandanya apa y...

About Her (Part I)

Image
ABOUT HER PART 1 Wanita itu menangis di pangkuanku. Mencurahkan segenap lukanya lewat isakan kepedihan yang mendalam. Ah, teganya lelaki. Tak ingatkah ia ketika pertama kali meminang anak gadis orang? Membawanya jauh dari orangtuanya dan sanak famili? Tak ingatkah ia, bahwa wanita yang luruh airmatanya dihadapanku ini adalah wanita yang berjuang selama sembilan bulan untuk darah dagingnya? Dimana nuraninya? Sepenuhnya kutak mendukung akan sikap yang diambil oleh wanita ini, yaitu meninggikan suara dihadapan suaminya, sedzholim apa pun lelaki itu padanya. Namun, aku tetap menghargai perasaannya, karena aku juga seorang wanita. Dan kelak, aku akan berada di posisi yang sama, sebagai seorang istri (insya Allah). Hatinya telah terluka. Dan duhai lelaki, wanita yang kau gores hatinya, selamanya akan mengingat hal itu. Bukan karena mereka pendendam, hanya saja perasaannya yang sangat mendalam. Kalian, bisa jadi, ketika dilukai, berlalu masa, akan terlupa begitu saja. Tapi bag...